Sky Blue Bobblehead Bunny -->

Feature news

Tampilkan postingan dengan label Universitas Jember. Tampilkan semua postingan

Menteri BUMN Puji Singkong Hasil Budidaya Unej


JEMBER, KOMPAS.com - Singkong hasil penelitian Dosen Universitas Jember (Unej), mendapat pujian dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Singkong itu dinilai mampu mengentaskan kemiskinan di Daerah Wonogiri, Jawa Tengah.

“Saya sudah lebih dulu melihat proyek yang ditangani Unej di daerah Wonogiri. Saya lihat itu sangat konkrit untuk membangun suatu daerah dan mampu mengangkat kemiskinan di daerah,” katanya, Selasa (19/11/13) saat menjadi narasumber dalam dialog bersama mahasiswa Unej dengan tema “Enteprenuer dan Pengembangan Pangan Alternatif”.

Selama di Wonogiri, Dahlan bersama salah satu dosen Unej, Subagiyo bertemu langsung dengan petani singkong dan sempat mendatangi kebun singkong tempat penanaman singkong hasil penelitian Unej.

“Waktu itu, saya coba cabut singkong milik masyarakat yang ada di pekarangan hanya dengan satu tangan, dan beratnya hanya satu setengah kilogram. Ini berbeda dengan singkong temuan Unej, saya tidak bisa mencabut pohon singkong meksipun menggunakan dua tangan. Ini di satu kebun yang sangat luas, sehingga bukan kebetulan," kenang Dahlan.

Singkong temuan Unej, lanjut Dahlan, beratnya bisa mencapai 12 kilogram. Berbeda dengan singkong yang ditanam di pekarangan warga di Wonogiri, yang pertumbuhannya tidak begitu bagus. “Singkong yang hidupnya aras-arasen, kalau kata orang pesantren, la yahya wala yaamut (tidak mati dan tidak hidup)," katanya.

Temuan itu, menurut Mantan Direktur Utama PLN ini, merupakan satu revolusi untuk cara mengentaskan kemiskinan, dengan berbasis budaya setempat, pengetahuan setempat, dan keterampilan setempat. “Jadi tidak aneh-aneh, dan secara logika di masyarakat bisa diterima,” katanya.
Learn more »

Mobil Listrik UNEJ Raih Juara Umum 1 Nasional

Titen GX-V menjadi juara umum 1 Kompetisi Mobil Listrik Nasional di Politeknik Negeri Bandung, Jum’at, 25-27 Oktober 2013. Tim dari Universitas Jember ini memiliki catatan nilai yang memuaskan dari 4 kriteria yang dilombakan, yaitu kategori percepatan mobil, pengereman, efisiensi energi, dan kategori kecepatan kendaraan (mobil listrik).
Kompetisi tahunan sejak 2009 itu kini melibatkan 13 tim dari 13 perguruan tinggi negeri maupun swasta diseluruh Indonesia. Tim Titen GX-V Universitas Jember  beranggotakan 17 mahasiswa. Mereka terdiri dari mahasiswa  Teknik Elektro dan Tekhnik Mesin Universitas Jember.  Mereka bertanding selama dua hari. Arenanya berupa jalan aspal di dalam kampus Politeknik Negeri Bandung (Polban), Jalan Geger Kalong Hilir. Kekompakan tim Titen GX-V Universitas Jember mampu mengalahkan 13 peserta dari 13 perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia yang ikut kompetisi.
Rektor Universitas Jember, Drs. Moh. Hasan, M.Sc.,Ph.D menyambut bahagia atas prestasi yang diraih oleh tim Titen GX-V Universitas Jember. Rektor berharap para tim Titen GX-V mampu mempertahankan gelar juara yang diraih. “Saya bersyukur dan berucap banyak terimakasih kepada teman-teman semuanya karena telah menjadi juara umum, harapan saya kedepan tim mampu mempertahankan gelar yang sudah diraih” ujar Rektor. Rektor juga berharap tim Titen GX-V tidak hanya mampu tampil di tingkat nasional tetapi juga ditingkat Internasional. “Saya harap kedepan Titen GX-V mampu tampil di tingkat kejuaran internasional sehingga prestasi Universitas Jember akan semakin dikenal,” imbuh rektor.
Persiapan yang dilakukakan selama dua bulan akhirnya berbuah manis. Dari empat kategori yang dilombakan Titen GX-V meraih 3 gelar. Dalam kategori percepatan dan pengereman tim dari Universitas Jember ini tampil sebagai tim yang terbaik dengan meraih juara 1. Pada kategori efiensi tenaga dan kecepatan Titen GX-V berada pada urutan ke-2.  Secara keseluruhan dalam semua kategori Titen GX-V tampil sebagai juara umum 1.
Menurut Satriyo Budi Utomo selaku pembimbing tim meyampaikan, mobil listrik tim UNEJ memiliki nilai efisiensi tenaga yang cukup tinggi. Karena dalam perlombaan 10 Lap (7,5 kilometer) hanya membutuhkan daya 108 watt. Jauh lebih efisien dari tim lain yang membutuhkan daya sekitar 200 watt untuk 10 putaran (7,5 kilometer). “Waktu lomba 10 lap mobil kami hanya butuh daya 108 watt sedangkan tim lain butuh sekitar 200 watt” tutur Satriyo.
Desain mobil yang sederhana dan berat mobil yang cukup ringan mobil listrik Titen GX-V mampu melaju dengan kecepatan maksimal. Berat mobil  yang hanya sekitar 140 kg  dengan power 1000 Watt mobil listrik besutan Titen GX-V Universitas Jember mampu melaju  dengan kecepatan 50-60 Km/jam dan mampu menempuh jarak 60 Km dengan baterai penuh. Jauh diatas tim yang lain yang hanya mampu menempuh jarak kurang lebih 30 Km. (Mj)
Learn more »